Senin, 20 Februari 2012

CA SERVIX / KANKER LEHER RAHIM

Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.[1] Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. [2][3] Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.



INFEKSI

Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala.[1]

GEJALA

Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut sering memberikan gejala : perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).[4]



FAAKTOR RESIKO

Faktor Alamiah

Faktor alamiah adalah faktor-faktor yang secara alami terjadi pada seseorang dan memang kita tidak berdaya untuk mencegahnya. Yang termasuk dalam faktor alamiah pencetus kanker serviks adalah usia diatas 40 tahun. Semakin tua seorang wanita maka makin tinggi risikonya terkena kanker serviks. Tentu kita tidak bisa mencegah terjadinya proses penuaan. Akan tetapi kita bisa melakukan upaya-upaya lainnya untuk mencegah meningkatnya risiko kanker serviks. Tidak seperti kanker pada umumnya, faktor genetik tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks. Ini tidak berarti Anda yang memiliki keluarga bebas kanker serviks dapat merasa aman dari ancaman kanker serviks. Anda dianjurkan tetap melindungi diri Anda terhadap kanker serviks.

Faktor Kebersihan

Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati. Ada 2 macam keputihan, yaitu yang normal dan yang tidak normal. Keputihan normal bila lendir berwarna bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut dikatakan tidak normal. Segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda bila Anda mengalami keputihan yang tidak normal.
Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS merupakan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS yang cukup sering dijumpai antara lain sifilis, gonore, herpes simpleks, HIV-AIDS, kutil kelamin, dan virus HPV.
Pemakaian pembalut yang mengandung bahan dioksin. Dioksin merupakan bahan pemutih yang digunakan untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas, misalnya krayon, kardus, dan lain-lain.
Membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih, misalnya di toilet-toilet umum yang tidak terawat. Air yang tidak bersih banyak dihuni oleh kuman-kuman.

Faktor Pilihan

Faktor ketiga adalah faktor pilihan, mencakup hal-hal yang bisa Anda tentukan sendiri, diantaranya berhubungan seksual pertama kali di usia terlalu muda. Berganti-ganti partner seks. Lebih dari satu partner seks akan meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin, termasuk virus HPV. Memiliki banyak anak (lebih dari 5 orang). Saat dilahirkan, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks. Bila Anda memutuskan untuk memiliki banyak anak, makin sering pula terjadi trauma pada serviks. Tidak melakukan Pap Smear secara rutin. Pap Smear merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat mengenali kelainan pada serviks. Dengan rutin melakukan papsmear, kelainan pada serviks akan semakin cepat diketahui sehingga memberikan hasil pengobatan semakin baik.


Jenis Pencegahan

Pencegahan primer, yaitu usaha untuk mengurangi atau menghilangkan kontak dengan karsinogen untuk mencegah inisiasi dan promosi pada proses karsinogen.[4]
Pencegahan sekunder, termasuk skrining dan deteksi dini untuk menemukan kasus-kasus dini sehingga kemungkinan penyembuhan dapat ditingkatkan.[4]
Pencegahan tertier, merupakan pengobatan untuk mencegah komplikasi klinik dan kematian awal.[4]


Daftar pustaka

Canavan TP, Doshi NR. Cervical cancer. Am Fam Physician 2000;61:1369-76. Fulltext. PMID 10735343.
Castellsagué X, Bosch FX, Munoz N, Meijer CJ, Shah KV, de Sanjose S, Eluf-Neto J, Ngelangel CA, Chichareon S, Smith JS, Herrero R, Moreno V, Franceschi S; International Agency for Research on Cancer Multicenter Cervical Cancer Study Group. Male circumcision, penile human Papillomavirus infection, and cervical cancer in female partners. N Engl J Med 2002;346:1105-12. Fulltext. PMID 11948269.
Heins HC, Dennis EJ, Pratt-Thomas HR. The possible role of smegma in carcinoma of the cervix. Am J Obstet Gynec 1958:76;726-735. PMID 13583012.
Harper DM, Franco EL, Wheeler C, Ferris DG, Jenkins D, Schuind A, Zahaf T, Innis B, Naud P, De Carvalho NS, Roteli-Martins CM, Teixeira J, Blatter MM, Korn AP, Quint W, Dubin G; GlaxoSmithKline HPV Vaccine Study Group. Efficacy of a bivalent L1 virus-like particle vaccine in prevention of infection with human papillomavirus types 16 and 18 in young women: a randomised controlled trial. Lancet 2004;364(9447):1757-65. PMID 15541448.
Menczer J. The low incidence of cervical cancer in Jewish women: has the puzzle finally been solved? Isr Med Assoc J 2003;5:120-3. PDF. PMID 12674663.
Lehtinen M, Dillner J. Preventive human papillomavirus vaccination. Sex Transm Infect 2002;78:4-6. Fulltext. PMID 11872848.
Peto J, Gilham C, Fletcher O, Matthews FE. The cervical cancer epidemic that screening has prevented in the UK. Lancet 2004;364:249-56. PMID 15262102.
Snijders PJ, Steenbergen RD, Heideman DA, Meijer CJ. HPV-mediated cervical carcinogenesis: concepts and clinical implications J Pathol. 2006;208:152-64. PMID 16362994.
Walboomers JM, Jacobs MV, Manos MM, Bosch FX, Kummer JA, Shah KV, Snijders PJ, Peto J, Meijer CJ, Munoz N. Human papillomavirus is a necessary cause of invasive cervical cancer worldwide. J Pathol 1999;189:12-9. PMID 10451482.
International Angency for Research on Cancer, Lyons, France [1] The 7 most common types of HPV virus.





Perawatan Kanker Leher Rahim (Cervical Cancer)
Peningkatan

Jika biopsi menunjukan bahwa anda mempunyai kanker, dokter anda akan melakukan pemeriksaan pelvic yang seksama dan mungkin mengangkat jaringan tambahan untuk mempelajari luasnya (tingkat) penyakit anda. Tingkat memberitahukan apakah tumor telah menyerang jaringan-jaringan yang berdekatan, apakah kanker telah menyebar dan, jika ya, ke bagian-bagian tubuh yang mana.

Ini adalah tingkat-tingkat dari kanker leher rahim:
Tingkat 0: Kanker hanya ditemukan pada lapisan atas dari sel-sel pada jaringan yang melapisi leher rahim. Tingkat 0 juga disebut carcinoma in situ.
Tingkat I: Kanker telah menyerang leher rahim dibawah lapisan atas dari sel-sel. Itu ditemukan hanya di leher rahim.
Tingkat II: Kanker meluas melewati leher rahim kedalam jaringan-jaringan berdekatan. Ia meluas ke bagian atas dari vagina. Kanker tidak menyerang ke bagian ketiga yang lebih rendah dari vagina atau dinding pelvic (lapisan dari bagian tubuh antara pinggul).
Tingkat III: Kanker meluas ke bagian bawah dari vagina. Ia juga mungkin telah menyebar ke dinding pelvic dan simpul-simpul getah bening yang berdekatan.
Tingkat IV: Kanker telah menyebar ke kandung kemih, rektum, atau bagian-bagian lain tubuh.
Terjadinya kembali kanker: Kanker telah dirawat, namun telah kembali setelah periode waktu yang selama waktu ini tidak dapat terdeteksi. Kanker mungkin timbul kembali pada leher rahim atau pada bagian-bagian lain tubuh.

Untuk mempelajari luasnya penyakit dan menyarankan jalan perawatan, dokter mungkin meminta beberapa dari tes-tes berikut:
X-rays dada: X-rays seringkali dapat menunjukan apakah kanker telah menyebar ke paru-paru.
CT scan: Mesin x-ray yang dihubungkan ke sebuah komputer mengambil rentetan dari gambar-gambar yang mendetil (terperinci) dari organ-organ anda. Anda munkin menerima materi kontras melalui suntikan dilengan atau tangan anda, melalui mulut, atau dengan enema. Beberapa orang alergi terhadap materi-materi kontras yang mengandung iodine. Beritahu dokter atau suster jika anda mempunayi alergi. Materi kontras membuat area-area abnormal lebih mudah untuk dilihat. Tumor di hati, paru-paru, atau dimana saja didalam tubuh dapt terlihat pada CT scan.
MRI: Magnet yang kuat yang dihubungkan ke sebuah komputer digunakan untuk membuat gambar-gambar yang mendetil dari pelvis dan perut anda. Dokter dapat melihat gambar-gambar ini pada sebuah monitor dan dapat mencetak mereka pada film. MRI dapat menunjukan apakah kanker telah menyebar. Kadangkala materi kontras membuat area-area abnormal timbul lebih jelas pada gambar.
Ultrasound: Alat ultrasound diletakkan pada perut atau dimasukkan kedalam vagina. Alat mengirim gelombang-gelombang suara yang tidak dapat didengar manusia. Gelombang-gelombang memantul pada leher rahim dan jaringan-jaringan berdekatan, dan sebuah komputer menggunakan gema-gema (echoes) menciptakan gambar. Tumor-tumor dapat menghasilkan gema-gema yang berbeda dari gema-gema yang dibuat oleh jaringan-jaringan yang sehat. Gambar dapat menunjukan apakah kanker telah menyebar.
Perawatan

Banyak wamita-wanita dengan kanker leher rahim ingin mengambil bagian yang aktif dalam membuat keputusan-keputusan tentang perawatan medik mereka. Adalah alami berkeinginan untuk belajar semua yang anda bisa tentang penyakit anda dan pilihan-pilihan perawatan anda. Bagaimanapun, shock dan stres setelah diagnosis dapat membuatnya menjadi susah untuk memikirkan segalanya yang anda ingin tanyakan pada dokter. Adalah seringkali bermanfaat untuk membuat daftar pertanyaan-pertanyaan sebelum janji temu.

Untuk membantu mengingat apa yang dikatakan dokter, anda mungkin membuat catatan atau bertanya apakah anda dapat menggunakan suatu alat perekam (tape recorder). Anda juga mungkin ingin mempunyai seorang anggota keluarga atau teman dengan anda ketika anda berbicara dengan dokter — mengambil bagian dalam diskusi, membuat catatan-catatan, atau hanya mendengarkan.

Anda tidak perlu bertanya semua pertanyaan-pertanyaan anda seketika. Anda akan mempunyai kesempatan-kesempatan lain meminta dokter anda untuk menjelaskan hal-hal yang tidak jelas dan untuk bertanya lebih banyak informasi-informasi.

Dokter anda mungkin merujuk anda pada seorang spesialis, atau anda dapat bertanya referensi. Ahli-ahli kandungan (Gynecologists), ahli-ahli kanker kandungan (gynecologic oncologists), ahli-ahli pengobatan kanker (medical oncologists), dan ahli-ahli radiasi kanker (radiation oncologists) adalah spesialis-spesialis yang merawat kanker leher rahim.
Mendapatkan suatu pendapat/pikiran kedua

Sebelum memulai perawatan, anda mungkin ingin pendapat (opini) kedua tentang diagnosis dan rencana perawatan. Banyak perusahaan-perusahaan asuransi menempuh pendapat kedua jika anda atau dokter anda memintanya. Itu dapat memakan beberapa waktu dan usaha untuk mengumpulkan catatan mengenai kesehatan (medical records) dan mengatur untuk menemui dokter lain. Biasanya itu bukanlah persoalan yang memakan waktu beberapa minggu untuk mendapatkan pendapat kedua. Pada kebanyakan kasus-kasus, penundaan dalam memulai perawatan tidak akan membuat perawatan berkurang efektif. Untuk memastikannya, anda harus diskusi penundaan ini dengan dokter anda. Beberapa wanita-wanita dengan kanker leher rahim memerlukan perawatan yang segera.

Ada sejumlah cara-cara untuk menemukan dokter untuk pendapat kedua:
Dokter anda mugkin merujuk anda pada satu atau lebih spesialis-spesialis. Pada pusat-pusat kanker, beberapa spesialis-spesialis seringkali bekerja sama sebagai suatu regu (team).
NCI's Cancer Information Service, at 1-800-4-CANCER, dapat memberitahu anda tentang pusat-pusat perawatan yang berdekatan.
The American Board of Medical Specialties (ABMS) mempunyai dafter dari dokter-dokter yang telah mendapatkan latihan dan telah lulus ujian dalam spesialisasinya. Anda dapat mencari dokter-dokter ini pada http://www.abms.org. (Click on "Who's Certified.")
Persiapan untuk perawatan

Pilihan perawatan tergantung terutama dari ukuran tumor dan apakah kanker telah menyebar. Jika seorang wanita berada pada umur-umur mengandung anak, pilihan perawatan mungkin juga tergantung pada apakah ia ingin hamil suatu ketika.

Dokter anda dapat menguraikan pilihan-pilhan perawatan anda dan hasil-hasil yang diharapkan dari setiap pilihan. Anda dan dokter anda dapat bekerja sama untuk mengembangkan rencana perawatan yang memenuhi keperluan-keperluan medik anda dan nilai-nilai pribadi anda.
Metode-metode perawatan

Wanita-wanita dengan kanker leher rahim dapat dirawat dengan operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi radiasi dan kemoterapi, atau kombinasi dari metode ketiga-tiganya.

Pada tingakat manapun dari penyakit, wanita-wanita dengan kanker leher rahim dapat mempunyai perawatan untuk mengontrol nyeri dan gejala-gejala lainnya, untuk menghilangkan efek-efek sampingan terapi, dan untuk meringankan persoalan-persoalan emosi dan praktis. Perawatan semacam ini disebut perawatan yang menunjang (supportive care), pengendalian gejala (symptom management), atau perawatan yang meredakan (palliative care).

Anda mungkin ingin bicara pada dokter anda tentang ambil bagian dalam percobaan klinik, studi penelitian dari metode-metode perawatan yang baru.
Operasi

Operasi merawat kanker pada leher rahim dan area yang berdekatan dengan tumor.

Kebanyakan wanita-wanita dengan kanker leher rahim awal mempunyai operasi untuk mengangkat leher rahim (cervix) dan kandungan (uterus) yaitu total hysterectomy. Bagaimanapun, untuk setiap kanker leher rahim dini (tingkat 0), hysterectomy mungkin tidak diperlukan. Cara-cara lain untuk mengangkat jaringan yang bersifat kanker termasuk conization, cryosurgery, operasi laser, atau LEEP.

Beberapa wanita-wanita memerlukan hysterectomy yang radikal. Hysterectomy yang radikal adalah operasi pengangkatan kandungan (uterus), leher rahim (cervix), dan bagian dari vagina.

Dengan salah satu dari hysterectomy total atau radikal, ahli bedah mungkin mengangkat kedua tabung-tabung fallopian dan indung-indung telur (ovaries). Prosedur ini adalah salpingo-oophorectomy.

Ahli bedah mungkin juga mengangkat simpul-simpul getah bening dekat tumor untuk melihat apakah mereka mengandung kanker. Jika sel-sel kanker telah mencapai simpul-simpul getah bening, itu berarti penyakit telah menyebar pada bagian-bagian lain tubuh.
Terapi Radiasi

Terapi radiasi (juga disebut radiotherapy) menggunakan sinar-sinar yang tinggi energinya untuk membunuh sel-sel kanker. Ia mempengaruhi sel-sel hanya di area-area yang dirawat.

Wanita-wanita mendapat hanya terapi radiasi, dengan kemoterapi, atau dengan kemoterapi dan operasi. Dokter mungkin menyarankan terapi radiasi sebagai ganti dari operasi untuk jumlah yang kecil dari wanita-wanita yang tidak bisa mendapat operasi karean sebab-sebab medis. Kebanyakan wanita-wanita dengan kanker yang meluas melalui leher rahim mendapat terapi radiasi dan kemoterapi. Untuk kanker yang telah menyebar pada organ-organ yang jauh, hanya terapi radiasi sendiri mungkin digunakan.

Dokter-dokter menggunakan dua tipe dari terapi radiasi untuk merawat kanker leher rahim. Beberapa wanita-wanita menerima kedua-dua tipe:
External radiation: Radiasi datang dari sebuah mesin besar diluar tubuh. Wanita biasanya mendapat perawatan sebagai seorang pasien luar dalam sebuah rumah sakit atau klinik. Ia menerima external radiation 5 hari setiap minggu untuk beberapa minggu.
Internal radiation (intracavitary radiation): Tabung-tabung tipis (juga disebut implants) mengandung unsur radioaktif ditinggalkan di vagina untuk beberapa jam atau sampai 3 hari. Wanita itu dapat tinggal di rumah sakit selama waktu itu. Untuk melindungi yang lain-lainnya dari radiasi, wanita itu tidak boleh menerima tamu-tamu atau dapat menerima tamu-tamu hanya untuk periode waktu yang singkat ketika tabung-tabungnya berada ditempat. Sekali tabung-tabungnya diangkat, tidak ada radioaktif yang tertinggal didalam tubuhnya. Internal radiation dapat diulang dua kali atau lebih melalui beberapa minggu.
Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obat anti kanker untuk membunuh sel-sel kanker. Ia disebut terapi sistemik (systemic therapy) kerena obat-obat masuk kedalam aliran darah dan dapat mempengaruhi sel-sel diseluruh tubuh. Untuk perawatan kanker leher rahim, kemoterapi biasanya digabungkan dengan terapi radiasi. Untuk kanker yang telah menyebar pada organ-organ yang jauh, hanya kemoterapi sendiri mungkin digunakan.

Obat-obat anti kanker untuk kanker leher rahim biasanya diberikan melalui pembuluh darah. Wanita-wanita biasanya menerima perawatan pada bagian pasien luar dari rumah sakit, di ruang praktek dokter, atau dirumah. Jarang seorang wanita tinggal dirumah sakit selama perawatan.

Minggu, 19 Februari 2012

GAGAL JANTUNG / DECOMPENSASI CORDIS

Gagal Jantung


DEFINISI

Gagal Jantung (Heart Failure)adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan.
Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung.
Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.



MEKANISME KOMPENSASI

Tubuh memiliki beberapa mekanisme kompensasi untuk mengatasi gagal jantung.
  1. Mekanisme respon darurat yang pertama berlaku untuk jangka pendek (beberapa menit sampai beberapa jam), yaitu reaksi fight-or-flight. Reaksi ini terjadi sebagai akibat dari pelepasan adrenalin (epinefrin) dan noradrenalin (norepinefrin) dari kelenjar adrenal ke dalam aliran darah; noradrenalin juga dilepaskan dari saraf. Adrenalin dan noradrenalin adalah sistem pertahanan tubuh yang pertama muncul setiap kali terjadi stres mendadak. Pada gagal jantung, adrenalin dan noradrenalin menyebabkan jantung bekerja lebih keras, untuk membantu meningkatkan curah jantung dan mengatasi gangguan pompa jantung sampai derajat tertentu. Curah jantung bisa kembali normal, tetapi biasanya disertai dengan meningkatnya denyut jantung dan bertambah kuatnya denyut jantung. Pada seseorang yang tidak mempunyai kelainan jantung dan memerlukan peningkatan fungsi jantung jangka pendek, respon seperti ini sangat menguntungkan. Tetapi pada penderita gagal jantung kronis, respon ini bisa menyebabkan peningkatan kebutuhan jangka panjang terhadap sistem kardiovaskuler yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan. Lama-lama peningkatan kebutuhan ini bisa menyebabkan menurunya fungsi jantung.
  2. Mekanisme perbaikan lainnya adalah penahanan garam (natrium) oleh ginjal. Untuk mempertahankan konsentrasi natrium yang tetap, tubuh secara bersamaan menahan air. Penambahan air ini menyebabkan bertambahnya volume darah dalam sirkulasi dan pada awalnya memperbaiki kerja jantung. Salah satu akibat dari penimbunan cairan ini adalah peregangan otot jantung karena bertambahnya volume darah. Otot yang teregang berkontraksi lebih kuat. Hal ini merupakan mekanisme jantung yang utama untuk meningkatkan kinerjanya dalam gagal jantung. Tetapi sejalan dengan memburuknya gagal jantung, kelebihan cairan akan dilepaskan dari sirkulasi dan berkumpul di berbagai bagian tubuh, menyebabkan pembengkakan (edema). Lokasi penimbunan cairan ini tergantung kepada banyaknya cairan di dalam tubuh dan pengaruh gaya gravitasi. Jika penderita berdiri, cairan akan terkumpul di tungkai dan kaki. Jika penderita berbaring, cairan akan terkumpul di punggung atau perut. Sering terjadi penambahan berat badan sebagai akibat dari penimbunan air dan garam.
  3. Mekanime utama lainnya adalah pembesaran otot jantung (hipertrofi). Otot jantung yang membesar akan memiliki kekuatan yang lebih besar, tetapi pada akhirnya bisa terjadi kelainan fungsi dan menyebabkan semakin memburuknya gagal jantung.

PENYEBAB

Setiap penyakit yang mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah dapat menyebabkan gagal jantung. Beberapa penyakit dapat mengenai otot jantung dan mempengaruhi kemampuannya untuk berkontraksi dan memompa darah. Penyebab paling sering adalah penyakit arteri koroner, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otot jantung dan bisa menyebabkan suatu serangan jantung. 

Kerusakan otot jantung bisa disebabkan oleh:
- Miokarditis (infeksi otot jantung karena bakteri, virus atau mikroorganisme lainnya)
- Diabetes
- Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
- Kegemukan (obesitas).

Penyakit katup jantung bisa menyumbat aliran darah diantara ruang-ruang jantung atau diantara jantung dan arteri utama. Selain itu, kebocoran katup jantung bisa menyebabkan darah mengalir balik ke tempat asalnya. Keadaan ini akan meningkatkan beban kerja otot jantung, yang pada akhirnya bisa melemahkan kekuatan kontraksi jantung. 

Penyakit lainnya secara primer menyerang sistem konduksi listrik jantung dan menyebabkan denyut jantung yang lambat, cepat atau tidak teratur, sehingga tidak mampu memompa darah secara efektif.



Jika jantung harus bekerja ekstra keras untuk jangka waktu yang lama, maka otot-ototnya akan membesar; sama halnya dengan yang terjadi pada otot lengan setelah beberapa bulan melakukan latihan beban. Pada awalnya, pembesaran ini memungkinkan jantung untuk berkontraksi lebih kuat; tetapi akhirnya jantung yang membesar bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan memompa jantung dan terjadilah gagal jantung. 

Tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa menyebabkan jantung bekerja lebih berat.
Jantung juga bekerja lebih berat jika harus mendorong darah melalui jalan keluar yang menyempit (biasanya penyempitan katup aorta).
Penyebab yang lain adalah kekakuan pada perikardium (lapisan tipis dan transparan yang menutupi jantung).
Kekakuan ini menghalangi pengembangan jantung yang maksimal sehingga pengisian jantung juga menjadi tidak maksimal.
Penyebab lain yang lebih jarang adalah penyakit pada bagian tubuh yang lain, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan oksigen dan zat-zat makanan, sehingga jatnung yang normalpun tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan tersebut dan terjadilah gagal jantung.
Penyebab gagal jantung bervariasi di seluruh dunia karena penyakit yang terjadipun tidak sama di setiap negara.
Misalnya di negara tropis sejenis parasit tertentu bisa bersemayam di otot jantung dan menyebabkan gagal jantung pada usia yang jauh lebih muda.

GEJALA

Penderita gagal jantung yang tidak terkompensasi akan merasakan lelah dan lemah jika melakukan aktivitas fisik karena otot-ototnya tidak mendapatkan jumlah darah yang cukup.
Pembengkakan juga menyebabkan berbagai gejala.
Selain dipengaruhi oleh gaya gravitasi, lokasi dan efek pembengkakan juga dipengaruhi oleh sisi jantung yang mengalami gangguan.
Gagal jantung kanan cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung.
Hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati dan perut.
Gagal jantung kiri menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak nafas yang hebat.
Pada awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat melakukan aktivitas; tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas.
Kadang sesak nafas terjadi pada malam hari ketika penderita sedang berbaring, karena cairan bergerak ke dalam paru-paru.
Penderita sering terbangun dan bangkit untuk menarik nafas atau mengeluarkan bunyi mengi.
Duduk menyebabkan cairan mengalir dari paru-paru sehingga penderita lebih mudah bernafas.
Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya penderita gagal jantung tidur dengan posisi setengah duduk.
Pengumpulan cairan dalam paru-paru yang berat (edema pulmoner akut) merupakan suatu keadaan darurat yang memerlukan pertolongan segera dan bisa berakibat fatal.



DIAGNOSA

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang terjadi.
Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan fisik, yang biasanya menunjukkan:
- denyut nadi yang lemah dan cepat
- tekanan darah menurun
- bunyi jantung abnormal
- pembesaran jantung
- pembengkakan vena leher
- cairan di dalam paru-paru
- pembesaran hati
- penambahan berat badan yang cepat
- pembengkakan perut atau tungkai.
Foto rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung dan pengumpulan cairan di dalam paru-paru.
Kinerja jantung seringkali dinilai melalui pemeriksaan ekokardiografi (menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan jantung) dan elektrokardiografi (menilai aktivitas listrik dari jantung).
Pemeriksaan lainnya bisa dilakukan untuk menentukan penyakit penyebab gagal jantung.

PENGOBATAN

Pengobatan dilakukan agar penderita merasa lebih nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, dan bisa memperbaiki kualitas hidup serta meningkatkan harapan hidupnya.
Pendekatannya dilakukan melalui 3 segi, yaitu mengobati penyakit penyebab gagal jantung, menghilangkan faktor-faktor yang bisa memperburuk gagal jantung dan mengobati gagal jantung.

MENGOBATI PENYEBAB GAGAL JANTUNG

Pembedahan bisa dilakukan untuk:
- memperbaiki penyempitan atau kebocoran pada katup jantung
- memperbaiki hubungan abnormal diantara ruang-ruang jantung
- memperbaiki penyumpatan arteri koroner
yang kesemuanya bisa menyebabkan gagal jantung.
Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi.
Kombinasi obat-obatan, pembedahan dan terapi penyinaran terhadap kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
Pemberian obat anti-hipertensi.

Berikut daftar obat yang digunakan untuk gagal jantung:

Beta Bloker
Carvedilol
Metoprolol
Bisoprolol

ACE Inhibitor
Captopril
Enalapril
Lisinopril
Ramipril

Antagonis Angiotensin II
Losartan
Valsartan
Candesartan
Irbesartan

Obat Jantung
Milrinone
Digoxin
Dopamine
Dobutamine
Amrinone

Antihipertensi Golongan lain
Sodium nitroprusside
Hydralazine

Obat Anti angina
Nitroglycerin
Isosorbide dinitrate

Obat Vasodilator Perifer & Aktivator Serebral
Nesiritide

Diuretikum
Furosemide
Torsemide
Bumetanide
Hydrochlorothiazide
Metolazone
Spironolactone
Amiloride
Triamterene
Metolazone
Epinephrine
Norepinephrine

Antikoagulan, Antiplatelet & Fibrinolitik
Warfarin

Antagonis Kalsium
Verapamil
Amlodipine
Nifedipine
Diltiazem

Obat-obat Anestesi Umum dan Lokal
Morphine

MENGHILANGKAN FAKTOR YANG MEMPERBURUK GAGAL JANTUNG

Merokok, garam, kelebihan berat badan dan alkohol akan memperburuk gagal jantung.Dianjurkan untuk berhenti merokok, melakukan perubahan pola makan, berhenti minum alkohol atau melakukan olah raga secara teratur untuk memperbaiki kondisi tubuh secara keseluruhan. Untuk penderita gagal jantung yang berat, tirah baring selama beberapa hari merupakan bagian penting dari pengobatan.
Penggunaan garam yang berlebihan dalam makanan sehari-hari bisa menyebabkan penimbunan cairan yang akan menghalangi pengobatan medis.Jumlah natrium dalam tubuh bisa dikurangi dengan membatasi pemakaian garam dapur, garam dalam masakan dan makanan yang asin. Penderita gagal jantung yang berat biasanya akan mendapatkan keterangan terperinci mengenai jumlah asupan garam yang masih diperbolehkan. 

 Cara yang sederhana dan dapat dipercaya untuk mengetahui adanya penimbunan cairan dalam tubuh adalah dengan menimbang berat badan setiap hari. Kenaikan lebih dari 1 kg/hari hampir dapat dipastikan disebabkan oleh penimbunan cairan. Penambahan berat badan yang cepat dan terus menerus merupakan petunjuk dari memburuknya gagal jantung. 

 Karena itu penderita gagal jantung diharuskan menimbang berat badannya setepat mungkin setiap hari, terutama pada pagi hari , setelah berkemih dan sebelum sarapan. Timbangan yang digunakan harus sama, jumlah pakaian yang digunakan relatif sama dan dibuat catatan tertulis. 

MENGOBATI GAGAL JANTUNG.

Pengobatan terbaik untuk gagal jantung adalah pencegahan atau pengobatan dini terhadap penyebabnya.

Gagal Jantung Kronis.

Jika pembatasan asupan garam saja tidak dapat mengurangi penimbunan cairan, bisa diberikan obat diuretik untuk menambah pembentukan air kemih dan membuang natrium dan air dari tubuh melalui ginjal. Mengurangi cairan akan menurunkan jumlah darah yang masuk ke jantung sehingga mengurangi beban kerja jantung. Untuk pemakaian jangka panjang, diuretik diberikan dalam bentuk sediaan per-oral (ditelan); sedangkan dalam keadaan darurat akan sangat efektif jika diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Pemberian diuretik sering disertai dengan pemberian tambahan kalium, karena diuretik tertentu menyebabkan hilangnya kalium dari tubuh; atau bisa digunakan diuretik hemat kalium. 

Digoksin meningkatkan kekuatan setiap denyut jantung dan memperlambat denyut jantung yang terlalu cepat. Ketidakteraturan irama jantung (aritmia, dimana denyut jantung terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur), bisa diatasi dengan obat atau dengan alat pacu jantung buatan. 

Sering digunakan obat yang melebarkan pembuluh darah (vasodilator), yang bisa melebarkan arteri, vena atau keduanya. Pelebar arteri akan melebarkan arteri dan menurunkan tekanan darah, yang selanjutnya akan mengurangi beban kerja jantung. 

Pelebar vena akan melebarkan vena dan menyediakan ruang yang lebih untuk darah yang telah terkumpul dan tidak mampu memasuki bagian kanan jantung. Hal ini akan mengurangi penyumbatan dan mengurangi beban jantung. 

Vasodilator yang paling banyak digunakan adalah ACE-inhibitor (angiotensin converting enzyme inhibitor). Obat ini tidak hanya meringankan gejala tetapi juga memperpanjang harapan hidup penderita. ACE-inhibitor melebarkan arteri dan vena; sedangkan obat terdahulu hanya melebarkan vena saja atau arteri saja (misalnya nitrogliserin hanya melebarkan vena, hydralazine hanya melebarkan arteri). 

Ruang jantung yang melebar dan kontraksinya jelek memungkinkan terbentuknya bekuan darah di dalamnya. Bekuan ini bisa pecah dan masuk ke dalam sirkulasi kemudian menyebabkan kerusakan di organ vital lainnya, misalnya otak dan menyebabkan stroke. Oleh karena itu diberikan obat antikoagulan untuk membantu mencegah pembentukan bekuan dalam ruang-ruang jantung. 

Milrinone dan amrinone menyebabkan pelebaran arteri dan vena, dan juga meningkatkan kekuatan jantung. Obat baru ini hanya digunakan dalam jangka pendek pada penderita yang dipantau secara ketat di rumah sakit, karena bisa menyebabkan ketidakteraturan irama jantung yang berbahaya. Pencangkokan jantung dianjurkan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat. 

Kardiomioplasti merupakan pembedahan dimana sejumlah besar otot diambil dari punggung penderita dan dibungkuskan di sekeliling jantung, kemudian dirangsang dengan alat pacu jantung buatan supaya berkontraksi secara teratur.

Gagal Jantung Akut.

Bila terjadi penimbunan cairan tiba-tiba dalam paru-paru (edema pulmoner akut), penderita gagal jantung akan mengalami sesak nafas hebat sehingga memerlukan sungkup muka oksigen dengan konsentrasi tinggi. Diberikan diuretik dan obat-obatan (misalnya digoksin) secara intravena supaya terjadi perbaikan segera. Nitrogliserin intravena atau sublingual (dibawah lidah) akan menyebabkan pelebaran vena, sehingga mengurangi jumlah darah yang melalui paru-paru. 

Jika pengobatan di atas gagal, pernafasan penderita dibantu dengan mesin ventilator.
Kadang dipasang torniket pada 3 dari keempat anggota gerak penderita untuk menahan darah sementara waktu, sehingga mengurangi volume darah yang kembali ke jantung. Torniket ini dipasang secara bergantian pada setiap anggota gerak setiap 10-20 menit untuk menghindari cedera. 
Pemberian morfin dimaksudkan untuk:
- mengurangi kecemasan yang biasanya menyertai edema pulmoner akut
- mengurangi laju pernafasan
- memperlambat denyut jantung
- mengurangi beban kerja jantung.

PENCEGAHAN

Kunci untuk mencegah gagal jantung adalah mengurangi faktor-faktor risiko Anda. Anda dapat mengontrol atau menghilangkan banyak faktor-faktor risiko penyakit jantung - tekanan darah tinggi dan penyakit arteri koroner, misalnya - dengan melakukan perubahan gaya hidup bersama dengan bantuan obat apa pun yang diperlukan.

Perubahan gaya hidup dapat Anda buat untuk membantu mencegah gagal jantung meliputi:
  • Tidak merokok
  • Mengendalikan kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes
  • Tetap aktif secara fisik
  • Makan makanan yang sehat
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Mengurangi dan mengelola stres